| Tabarru` (Hibah/Dana Kebajikan) |
|
|
| Minggu, 21 Juni 2009 | |
|
Halaman 1 dari 4 Tabarru` berasal dari kata tabarra`a- yatabarra`u – tabarru`an, artinya sumbangan, hibah, dana kebajikan atauderma. Orang yang memberi sumbangan disebut mutabarri`(dermawan)[1]. Tabarru` (hibah) merupakan pemberian sukarela seseorang kepada orang lain, tanpa ganti rugi, yang mengakibatkan berpindahnya pemilikan harta itu dari pemberi kepada orang yang diberi.[2]
Jumhur ulama mendefinisikan tabarru` (hibah/pemberian) dengan: “Akad yang mengakibatkan pemilikan harta, tanpa ganti rugi, yang dilakukan seseorang dalam keadaan hidup kepada orang lain secara sukarela[3] Niat tabarru` (dana kebajikan) dalam akad asuransi syariah adalah alternatif uang sah yang dibenarkan oleh syara` dalam melepaskan diri dari praktek gharar yang diharamkan oleh Allah SWT. Dalam al-Quran kata tabarru` tidak ditemukan akan tetapi tabarru` dalam artian dana kebajikan dari kata al-birr (kebajikan) dapat ditemukan misalnya dalam al-Quran surat al-Baqarah:177 sebagai berikut: ”Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta dan (memerdekakan ) hamba sahaya……dan seterusnya” |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




