Ingin Tahu Cara Mengelola Bisnis Syariah?

 Assalamu 'alaikum Wr. Wb.Sahabat2 ku yg diberkahi Allah SWT: 'Sudah saatnya kita mengelola bisnis dengan cara yang sesuai prinsip-prinsip syariah', dan 'memarketingkan dengan cara syariah pula'. Anda ingin tau cara mengelola bisnis secara syariah? Anda ingin tau cara memarketingkan produk dan perusahaan Anda secara syariah? Ketik REG SYAKIR kirim ke 6876

Home arrow Marketing Syariah arrow Dari Era Rasional ke Emosional ke Spritual
Monday, 06 September 2010
 
 
Dari Era Rasional ke Emosional ke Spritual Cetak E-mail
Jumat, 19 Juni 2009

ImageBanyak orang mengatakan bahwa market syariah itu hanyalah emotional market, sedangkan pasar konvensional adalah rational market. Benarkah demikian?.

Suatu ketika saya diskusi ringan dengan seorang Kyai yang benar-benar pakar ekonomi syariah dan kebetulan  beliau adalah anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari beberapa bank dan asuransi syariah, KH. Dr. Didin Hafidhuddin. Saya katakan, pak kyai apakah benar dikotomi pasar emotional dan pasar rational; dan apakah pasar syariah itu pada awalnya hanyalah emosional market, kemudian ia bergeser ke rational market.

Saya sempat terkejut, karena beliau menjawab, kata siapa orang yang emotional  market tidak rational; justru orang-orang yang emosional market sangat rational dalam menentukan pilihan. Beliau katakan orang dikategorikan emotinal market,  biasanya lebih kritis, lebih teliti dan sangat cermat dalam membandingkan dengan bank atau asuransi konvensional yang selama ini ia pakai, sebelum menentukan pilihan ke syariah. Sambil bercanda beliau katakan, bahkan hitungan-hitungan mereka malah bisa sampai ke hitungan-hitungan amal ke akhirat.

Statemen pak kyai Didin, memang benar. Dikotomi nasabah rational dan nasabah emotinal sebenarnya merupakan paradigma berfikir marketing konvensional yang dipengaruhi oleh paham sekular, dimana segala sesuatu yang berlandaskan cara berfikir keagamaan serta merta akan dikelompokkan dalam kelompok yang tidak rasional.

 


 
< Sebelumnya
 
Top!
Top!