|
Teistis (Rabbaniyyah) |
|
|
|
Kamis, 16 Juli 2009 |
|
Kekhasan dari marketing syariah, yang tidak dimiliki dalam marketing konvensional yang kita kenal selama ini adalah sifatnya yang religius (diniyyah). Kondisi ini dapat tercipta tidak karena keterpaksaan, tapi berangkat dari suatu kesadaran akan nilai-nilai religius, yang dipandang penting dan mewarnai aktifitas marketing agar tidak terperosok kedalam perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan orang lain.
|
|
|
Marketing Spiritual as the Soul of Business |
|
|
|
Kamis, 16 Juli 2009 |
|
Kejutan besar dilakukan oleh Stephen R. Covey, penulis buku lagendaris The 7 Habit of Highly Effective People. Ia dipenghujung puncak karirnya sebagai konsultan kelas dunia menerbitkan buku baru, The 8 th Habit Effectiveness to Gratness, Covey akhirnya berkesimpulan bahwa faktor spiritual merupakan faktor kunci terakhir yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam suatu perusahaan. Seorang pemimpin harus memiliki empat style, yang ia sebut “the 4 Roles of Leadership”, yaitu: Pathfinding (perintisan), Aligning (penyelarasan), Empowering (pemberdayaan), dan Modeling (panutan). Pada bagian akhir inilah Covey kemudian menyadari bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang bisa jadi panutan (modeling), seorang pemimpin haruslah memimpin berdasarkan prinsip. Orang lain akan percaya anda bila anda memahami dan hidup berdasarkan prinsip-prinsip, ‘Bulding trust with others’ kata dia.
|
|
|
Syariah Marketing |
|
|
|
Kamis, 25 Juni 2009 |
|
Kata “syariah” (asy-syari’ah) telah ada dalam bahasa Arab sebelum Al-Quran. Kata yang semakna dengannya juga ada dalam Taurat dan Injil. Kata syari’at dalam bahasa Ibrani disebutkan sebanyak 200 kali, yang selalu mengisyaratkan pada makna “ kehendak Tuhan yang diwahyukan sebagai wujud kekuasaan-Nya atas segala perbuatan manusia”.
Kata-kata itu disebutkan pertama kali dalam kitab Keluaran: “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun: Inilah kewajiban (ordinance) mengenai Paskah ... Satu syari’at (law) saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.” (Kitab Keluaran 12: 43-49). Kemudian disebutkan dalam kitab Imamat, “Inilah syari’at tentang korban sajian. Anak-anak Harun haruslah membawanya kehadapan Tuhan ke depan Mezbah” (Kitab Imamat 6:14). “Inilah syariat tentang tentang korban penebus salah. Korban korban itu ialah persembahan Mahakudus.”
|
|
|
Marketing Spiritual as the Soul of Business |
|
|
|
Jumat, 19 Juni 2009 |
|
Kejutan besar dilakukan oleh Stephen R. Covey, penulis buku lagendaris The 7 Habit of Highly Effective People. Ia dipenghujung puncak karirnya sebagai konsultan kelas dunia menerbitkan buku baru, The 8 th Habit Effectiveness to Gratness, Covey akhirnya berkesimpulan bahwa faktor spiritual merupakan faktor kunci terakhir yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam suatu perusahaan.
|
|
|
|