Ingin Tahu Cara Mengelola Bisnis Syariah?

 Assalamu 'alaikum Wr. Wb.Sahabat2 ku yg diberkahi Allah SWT: 'Sudah saatnya kita mengelola bisnis dengan cara yang sesuai prinsip-prinsip syariah', dan 'memarketingkan dengan cara syariah pula'. Anda ingin tau cara mengelola bisnis secara syariah? Anda ingin tau cara memarketingkan produk dan perusahaan Anda secara syariah? Ketik REG SYAKIR kirim ke 6876

Home arrow Marketing Syariah
Monday, 06 September 2010
 
 
Marketing Syariah
Teistis (Rabbaniyyah) Cetak E-mail
Kamis, 16 Juli 2009

Kekhasan dari marketing syariah, yang tidak dimiliki dalam marketing konvensional yang kita kenal selama ini adalah sifatnya yang religius (diniyyah). Kondisi ini dapat tercipta tidak karena keterpaksaan, tapi berangkat dari suatu kesadaran akan nilai-nilai religius, yang dipandang penting dan mewarnai aktifitas marketing agar tidak terperosok kedalam perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan orang lain.

 
Marketing Spiritual as the Soul of Business Cetak E-mail
Kamis, 16 Juli 2009

Kejutan besar dilakukan oleh Stephen R. Covey, penulis buku lagendaris The 7 Habit of Highly Effective People. Ia dipenghujung puncak karirnya sebagai konsultan kelas dunia menerbitkan buku baru, The 8 th Habit Effectiveness to Gratness,[1] Covey akhirnya berkesimpulan bahwa faktor spiritual merupakan faktor kunci terakhir yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam suatu perusahaan.  Seorang pemimpin harus memiliki empat style, yang ia sebut “the 4 Roles of Leadership”, yaitu: Pathfinding (perintisan), Aligning (penyelarasan), Empowering (pemberdayaan), dan Modeling (panutan). Pada bagian akhir inilah Covey kemudian menyadari bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang bisa jadi panutan (modeling), seorang pemimpin haruslah memimpin berdasarkan prinsip. Orang lain akan percaya anda bila anda memahami dan hidup berdasarkan prinsip-prinsip, ‘Bulding trust with others’ kata dia.

 

 
Syariah Marketing Cetak E-mail
Kamis, 25 Juni 2009

ImageKata “syariah” (asy-syari’ah) telah ada dalam bahasa Arab sebelum Al-Quran. Kata yang semakna dengannya juga ada dalam Taurat dan Injil. Kata syari’at dalam bahasa Ibrani disebutkan sebanyak 200 kali, yang selalu mengisyaratkan  pada makna “ kehendak Tuhan yang diwahyukan  sebagai wujud kekuasaan-Nya atas segala perbuatan manusia”.[1]

Kata-kata itu disebutkan pertama kali dalam kitab Keluaran: “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun: Inilah kewajiban (ordinance) mengenai Paskah ... Satu syari’at (law) saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.” (Kitab Keluaran 12: 43-49). Kemudian disebutkan dalam kitab Imamat, “Inilah syari’at tentang korban sajian. Anak-anak Harun haruslah membawanya kehadapan Tuhan  ke depan Mezbah” (Kitab Imamat 6:14). “Inilah syariat tentang tentang korban penebus salah. Korban korban itu ialah persembahan Mahakudus.”[2]

 
Marketing Spiritual as the Soul of Business Cetak E-mail
Jumat, 19 Juni 2009

ImageKejutan besar dilakukan oleh Stephen R. Covey, penulis buku lagendaris The 7 Habit of Highly Effective People. Ia dipenghujung puncak karirnya sebagai konsultan kelas dunia menerbitkan buku baru, The 8 th Habit Effectiveness to Gratness,[1] Covey akhirnya berkesimpulan bahwa faktor spiritual merupakan faktor kunci terakhir yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam suatu perusahaan. 

 
 
Top!
Top!